catatan-ku

April 18, 2017

Berbesar Hati

Filed under: Celoteh Zahra — intankd @ 6:37 pm

zahra menggambar-hari autis-sca

 

Hari ini Zahra ikut lomba menggambar di sekolah, sebagai bagian dari perayaan Hari Autis Sedunia. Sayang mama ga bisa ke sekolah. Sorenya mama menelepon dari kantor.

Mama: Bagaimana lombanya Kak?
Zahra: Aku ga menang Ma. Tapi aku ga sedih, karena aku ingat kata mama tadi : Jangan sedih kalau ga menang ya, ikut lomba untuk senang-senang aja ya.
Mama: (diam sejenak) Bener kakak ga sedih? Gapapa kok kalau mau sedih, nanti mama pulang mama peluk ya, boleh kalau mau nangis sambil peluk mama.
Zahra: Bener ma, aku ga sedih. Aku malah senang untuk Daya. Daya kan juara 1.
Mama: Daya yang juara?
Zahra: Iya ma, Daya juara 1. Dapat piala. Juara 2 nya kak Ara, kelas 3. Juara 3 nya anak kelas satu, aku ga ingat namanya.
Mama: Bener kakak ga apa-apa?
Zahra: Ga papa ma, Daya kan juga udah lama les menggambarnya. Dia lebih pintar dari aku. Mewarnainya bagus, pakai gradasi.
Mama: Baiklah kalau begitu. Nanti kalau kakak tetap rajin menggambar dan ga bolos les, insya Allah kakak makin pintar ya menggambarnya.
Zahra: Iya ma

Mama menutup telepon dengan lega. Masih terbayang tangis kencang dan sedu sedan Zahra waktu TK ketika ‘dikalahkan’ temannya dalam pemilihan Duta PCL (Pasukan Cinta Lingkungan), juga kesedihannya yang mendalam ketika kalah dalam salah satu lomba menggambar di luar sekolah. Ternyata sekarang kau sudah semakin ‘dewasa’ Nak, sudah mampu berbesar hati menerima kekalahan. Benarlah konsep sekolahmu yang mengutamakan konsep bekerja sama ketimbang kompetisi di usia dini. Semoga kami yang dewasa ini bisa belajar darimu, dalam menerima apapun hasil dari perlombaan dalam hidup ini.

Tante Nui Laksono, makasih fotonya ya..izin posting yaaa..

April 17, 2017

Keluarga Super Irit

Filed under: Celoteh Zahra — intankd @ 6:43 pm

Zahra lebih suka membaca komik daripada buku tanpa gambar. Salah satu komik yang digemarinya adalah seri Keluarga Super Irit, terjemahan dari Korea, terbitan BIP. Buku ini menceritakan tentang upaya berhemat untuk mencapai tujuan finansial keluarga. Apakah Zahra kemudian jadi pandai berhemat? Yah, paling tidak ia bisa menegur mamanya yang tidak mematikan lampu ketika meninggalkan ruangan. Dan..ya, bisa menggambar seperti di bawah ini, setelah membaca buku Keluarga Super Irit Keliling Dunia (di) Amazon.Image may contain: drawing

April 14, 2017

Birokrasi

Filed under: Celoteh Zahra — intankd @ 6:47 pm

Zahra: Ma, hari ini bisa nonton ‘The boss baby’ nggak?
Mama: Tanya papa ya
Zahra ngeloyor ke papanya, ga lama balik lagi ke mamanya.
Zahra: Ma, hari ini bisa nonton ga?
Mama: Lho, tanya papa Kak.
Zahra: Kata mama, tanya papa. Kata papa, tanya mama. Kata mama, tanya papa (puyeng)
Mama: (huaaaa, maaaf Kak)

April 12, 2017

Seragam Minjem

Filed under: Uncategorized — intankd @ 8:42 pm

Zahra: Ma, kok Anies – Sandi ga pakai seragam?
Mama: Pakai kok, tuh sama bajunya.
Zahra: Kan biasanya putih-putih
Mama: Ooh.. Ini mungkin lagi pengen ganti warna aja Kak.
Zahra: Kalau Pak Jokowi-Ahok dulu seragamnya kayak gitu juga Ma? (Sambil nunjuk Ahok-Djarot di TV)
Mama: Iya Kak, kayak gitu juga
Zahra: Ooh.. Mungkin, Pak Djarot minjam, atau minta bajunya Pak Jokowi ya Ma. Kan Pak Jokowi ga perlu lagi
Mama: (haaaa?? Hahahaha..Iya juga ya)

Beda, Ma

Filed under: Celoteh Zahra — intankd @ 8:21 pm

Mama: Kak, kemarin mama Akila ngasih jilbabnya di kelas atau di mana?
Zahra: Bukan mama Akila ma, tapi Mama Aqil
Mama: oh ya, maaf, habis namanya mirip-mirip siy, jadi mama lupa
Zahra: Beda kok ma. Yang satu Akila, tulisannya a-K-i-l-A. Yang satu lagi Aqil, tulisannya a-Q-i-l.
Mama: oke oke…(nyerah)

Duh anakku, bukannya menjawab pertanyaan mamanya, malah mengkritisi mamanya dulu..

March 21, 2017

Satu

Filed under: Celoteh Zahra — intankd @ 6:52 pm

Zahra: Ma, kalau ga ada angka 1, ga ada angka lain ya ma?
Mama: Iya Kak
Zahra: Kalau ga ada Allah, ga ada kita juga ya ma?
Mama: iya
Zahra: kok angka 1 seperti Allah ma?
Mama: (tertegun)

March 9, 2017

Berbalas Tanya

Filed under: Celoteh Zahra — intankd @ 9:20 pm

Selesai membacakan Zahra majalah Bobo yang baru dibeli tadi pagi, mama masih melihat-lihat halaman yang menarik. Lalu ketemu halaman “Untuk Latihan di Rumah”. Wah, mengingat mau UTS, harus dibacakan nih untuk Zahra.
“Kak, Matahari terbit di sebelah?”
“Timur”
“Matahari terbenam di sebelah?”
“Barat”
“Bumi mengelilingi?”
“Matahari. Ma, Zahra mau?”
Mama menoleh.
“Tidur,” jawab Zahra sendiri sambil tertawa kecil dan menarik selimutnya.
Mama melongo. Sadar terlalu semangat sementara buah hatinya sudah mengantuk. Hehehe, maaf ya Nak, dan terimakasih sudah mengingatkan mama dengan cara yang manis.
Selamat tidur, Sayang..
I love you..

March 7, 2017

Semut Kaki Patah

Filed under: Celoteh Zahra — intankd @ 7:07 pm

semut kaki patah

Jadual yang padat, hidup yang sibuk, kadang tak menyisakan kesempatan untuk memperhatikan yang lain. Tapi itu tak berlaku buat anak-anak. Bahkan bisa-bisanya Zahra memperhatikan seekor semut kecil hitam yang tergeletak lemah di halaman depan rumah abuwanya. Ia mengangkat semut itu dengan hati-hati dan meletakkannya di telapak tangan miwanya yang tadi ia minta dengan sungguh-sungguh untuk mengikutinya ke halaman depan.

“Tolong sembuhkan, Miwa,” katanya penuh harap. Semut itu kehilangan 2 kakinya. Mungkin ia terinjak oleh sepupu-sepupu Zahra yang sedang bermain bola di halaman ini, atau terhantam oleh bola itu sendiri. Miwa menggeleng dengan sedih. Aku mengerti. Walau ia dokter hewan, kupikir Miwa tak pernah menangani semut.

“Kasihan kali ya Kak, semutnya. Tapi Miwa ga bisa sembuhinnya. Kakinya sudah ngga ada,” kata Miwa.

Zahra tak menyerah. “Ada yang jual kaki palsu untuk semut ga, Miwa?” tanyanya gigih.

Aku tercengang dengan ide kaki palsu itu. “Sayangnya ga ada Kak,” jawab Miwa sambil menahan senyum. Ku kira Miwa juga terkesan dengan ide kaki palsu untuk semut itu. Dengan sedih Zahra mengambil kembali semut hitam itu dari tangan Miwanya. Aku jadi ikut sedih karena tidak bisa menolong apa-apa.

Begitupun, ku coba mengikuti Zahra. Sekali-kali berhenti sejenak dari rutinitas dan memperhatikan sekeliling. Dan hasilnya, kebahagiaan akan singgah mengusir penat di hati. Benar-benar tidak rugi. Sering mencoba?

February 21, 2017

Bertukar Peran

Filed under: Celoteh Zahra,Uncategorized — intankd @ 7:09 pm

Setelah 7 hari bolos sekolah karena diajak mamanya pulang kampung, Zahra diajak mamanya belajar matematika di rumah. Setelah mengerjakan beberapa soal dengan semangat biasa-biasa saja, dan suara mama mulai meningkat oktafnya, Zahra berkata dengan santai, “Ma, mama mau ga, nanti les sama aku?”
“Les apa?”
“Les menggambar”
Melihat mamanya bengong, Zahra melanjutkan, “Nanti mama ga usah bayar.”
Mamanya menahan tawa yang mau meledak.
“Kenapa ga usah bayar?”
“Ya kan mama les sama anaknya sendiri. Lagipula aku ga begitu suka jajan (baca: jadi ga butuh uang).”
Mama masih menimbang-nimbang karena takut juga kalau mengiyakan. Mama ga suka menggambar. Tapi kalau mama bilang ga mau karena ga suka, ini bisa jadi bumerang.
“Nanti aku ajak papa juga deh ma, mungkin papa mau juga,” Zahra membujuk.

Zahraaaaa….
Ini ngajak mama les kenapa?
Untuk mengingatkan mama bahwa ada hal lain yang menyenangkan buatmu dan biasanya membuat mama bangga supaya mama sabar? Atau biar bertukar peran nie kita agar mama tahu apa yang kamu rasakan sehingga mama bisa lebih sabar juga? Hahahaha..
I love you, Baby..

February 15, 2017

Nyoblos (Pilkada DKI)

Filed under: Celoteh Zahra — intankd @ 7:11 pm

Anakku Zahra memang lembut hatinya. Tadi dia nyaris menjerit melihat paku kucobloskan ke dahi salah satu paslon gubernur/wakil gubernur DKI. “Ma…!!kasihan, kepalanya ditusuk begitu,” protesnya. Lha, jadi mama harus nyoblos di bagian mana Nak? Nyoblos di bagian manapun kamu pasti akan merasa kasihan. Ini toh cuma gambar, Sayang.

Tapi ini mengingatkan aku pada ulang tahunnya yang ke-3. Waktu itu, aku pesankan kue tart dengan foto wajahnya tercetak dibagian atas. Ia begitu gembira melihatnya. Tapiiiiiii…pecah tangisnya begitu melihat foto wajahnya di atas tart itu dipotong oleh pisau. Begitu sedih tangisnya hingga bikin mamanya menyesal dan berjanji untuk tidak lagi memesan kue tart seperti itu.

Dan kali ini mamanya jadi agak menyesal mengajak ia ke bilik suara. Insya Allah di pilkada putaran kedua nanti, tunggu di luar bilik saja ya Nak, dan bantu mama memasukkan surat suara saja ke dalam kotak suara, hehehe.

Next Page »

Blog at WordPress.com.