catatan-ku

June 20, 2009

Comments for Zahra

Filed under: Tentang Kita — intankd @ 10:09 pm

zahra_low

 

 

 

 

Yang paling sering dikomentari orang-orang dari zahra:

1. Rambutnya yang hitam lebat;

2. Matanya yang belo;

3. Alisnya yang (katanya) bagus;

4. Pipinya yang tembem;

5. Perawakannya yang embot;

5. Kemiripannya yang amat sangat dengan papanya;

6. Keramahannya, baik pada sesama bayi, sampai pada ibu-ibu pengurus posyandu;

7. Pembawaannya yang gak pernah rewel, baik kalo lagi ikut mamanya ngaji, belanja, atau lagi ditinggal kerja mamanya.

 

Alhamdulillah. Moga anak mama papa makin hari makin cantik, makin berbudi, makin pintar dan sehat selalu, amin.

 

Jakarta, 11 Juni 2009

June 7, 2009

one of the best moment (2)

Filed under: Tentang Kita — intankd @ 1:51 am
Tags:

ketika lelah dari kantor menguap, melihat Zahra yang kegirangan menyambut kepulanganku,

dan mendekapmu erat, mencium lembut pipimu…

one of the best moment

Filed under: Tentang Kita — intankd @ 1:44 am
Tags:

ketika Zahra melepaskan hisapannya dengan ekspresi puas di wajahnya,

alhamdulillah…

February 22, 2009

Nouruzzahra

Filed under: Tentang Kita — intankd @ 10:25 am

pix_031img_32861img_02051

Airmatamu adalah mutiara

tangismu adalah orkestra

tawamu adalah keindahan

seluruh dirimu

adalah anugrah kecintaan

 

Jakarta, 22 Februari 2009

December 13, 2007

Undangan Pernikahan kami tgl 08-01-08

Filed under: Tentang Kita — intankd @ 4:48 pm

 undangan kita

Salam  ma’asalawat…

Semoga keberkahan dan rahmat Allah Swt selalu menyertai teman2 sekalian dalam menjalani aktivitas sehari2, Ilahi Amin…

Teman2 dalam kesempatan ini izinkan kami mewakili pihak keluarga untuk menyampaikan Undangan Pernikahan kami berdua yang Insya Allah akan diadakan di Kutacane, Aceh Tenggara pada tgl 8 Jan 08.
Kami benar2 mengharapkan doa restu dari teman2 semua agar kami dapat melangsungkan pernikahan kami dengan harapan dapat dimudahkan dan dilancarkan serta dicurah limpahkan keberkahan serta rahmat oleh Allah Swt di dalamnya. Dan dapat membangun rumah tangga yang sesuai dengan nilai2 Islam yang telah diajarkan oleh Nabi Suci Muhammad Saww dan Ahlulbayt sucinya yaitu rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah, Ilahi Amin…

Salam

Dhani & Intan

December 12, 2007

Mencintaimu (2)

Filed under: Tentang Kita, coretan kataku — intankd @ 9:52 am

bila aku hilang, dan kamu hilang

bila aku mati, dan kamu mati

maka sebenar  cinta akan  menjelma antara kita

dan kita pun dilahirkan kembali

sebagai jiwa yang satu

satu….

(9 Des 07)

December 11, 2007

Mencintaimu

Filed under: Tentang Kita, coretan kataku — intankd @ 12:00 pm

Aku ingin mencintaimu

dengan segala yang ada dan tiada padamu

Aku ingin mencintaimu

ketika semua berubah tak berubah bersama waktu

Aku ingin mencintai Tuhan bersamamu

tak ragu kita kan kembali padaNya nanti

Aku ingin inginku bersama inginmu

karena inilah saat inginku tak bisa sendiri

(Nov 2007)

November 8, 2007

Ceritakan padaku

Filed under: Tentang Kita — intankd @ 10:02 am

Ceritakan padaku apa kecemburuan itu. Adakah benar itu tanda cinta, ataukah itu tali yang mengikat kekasihmu, yang bisa jadi membuat ia sesak tak bergerak dan kehabisan nafas?

Ceritakan padaku apa ruang gerak kebebasan itu. Adakah itu masih diperlukan ketika cinta hadir, ataukah kan luruh bersama inginku mencinta?

Ceritakan padaku, ceritakan padaku yang ku tak tahu.

Jakarta, 8 Nov 2007

July 9, 2007

Lelaki di Trotoar itu

Filed under: Tentang Kita — intankd @ 1:22 pm

Hatiku lega sekaligus waswas melihat seorang lelaki berdiri di trotoar itu. Lega karena paling tidak aku tak sendiri menunggu bis atau taksi di trotoar yg sepi ini, waswas karena aku tentu tak mengenal lelaki itu. Semoga ia orang baik-baik, harapku dalam hati.

Sekilas aku tersenyum begitu tiba di dekatnya. Dasar aku ini, pada orang asingpun aku bisa berbagi senyum. Tak kulihat balasan senyumnya, tapi kudengar suara beratnya menyapa pelan, “Eh, mbak MC.”

Aku jadi lega sekarang. Sapaan itu menunjukkan ia adalah salah seorang peserta acara bedah buku barusan dimana aku menjadi MC-nya, dan sebagai MC yang sempat berinteraksi sejenak dengan hadirin pada sesi kuis dan pemberian hadiah buku, aku tahu bahwa peserta acara ini didominasi oleh murid-murid atau jamaah pengajian sang ustadz penulis buku. Aku boleh berharap lelaki disebelahku ini adalah bagian dari mereka, mengabaikan penampilannya yang sekenanya, dengan rambut kusut sedikit gondrong dan brewoknya, serta tanpa senyum sama sekali dibibirnya. Benar-benar bukan penampilan anak pengajian, hehehe.

“Tinggal dimana Mas?” tanyaku mengisi kesunyian. Malam ini benar-benar sunyi. Aku berniat untuk menyetop apapun yg lebih dulu lewat, taksi ataupun bis. Semua bis akan melewati daerah tempat tinggalku yang sebenarnya tidak begitu jauh dari sini. Kalau saja ini masih sore, atau malam belum selarut ini, aku bisa jadi memilih berjalan kaki  menikmati waktu.

“Bekasi,” jawabnya singkat, dan tak ada pertanyaan balik. 

Bekasi? Jauh dooong. Ditempuh dengan kendaraan umum? Aku menghatur salut dalam hati padanya, sebagaimana salut yang selalu kuberikan tanpa kata pada orang-orang yang kutemui di tiap masjid, di tiap forum diskusi, yang datang dari tempat jauh, yang memerlukan niat dan upaya lebih untuk hadir dibanding aku.

Untunglah bis yang kutunggu datang. Aku melompat naik, mencari kursi dan duduk di bagian ditengah. Lelaki itu juga melompat naik, tapi memilih untuk duduk di kursi deretan belakang. Selang beberapa menit kemudian aku tiba ditujuanku. Insting(?) ramahku membuatku menoleh dan melambai pada lelaki itu sebelum melompat turun dari pintu depan. Ia kulihat hanya mengangguk sekilas.

Sejak itu aku tak pernah lagi bertemu dengannya, bahkan memikirkannya pun tidak. Kelihatannya aku sudah melupakannya sama sekali. Namun ternyata aku salah. Lelaki itu, trotoar itu, bis itu, masih sangat lekat dipikiranku, terekam baik di memori ku, dan muncul begitu jelas ketika aku bertemu lagi dengan lelaki itu hampir setahun kemudian. Dia masih seperti pertama kali aku bertemu dengannya, tak ada senyum dibibirnya.

Prabumulih, 6 Juli 2007

Blog at WordPress.com.