catatan-ku

November 8, 2006

Sekedar Keinginan?

Filed under: Kos G Permai — intankd @ 12:06 pm

“Gw pengen belajar fotografi,” kata Miss Gembul suatu malam.Waaah, tumbeeen. Hobi yang mahal tuh.  Dapat ide darimana? ”Gw pengen aja merekam apa-apa yang gw lakuin, ato kalo lagi pas jalan-jalan, kan asyik, bisa punya foto yang bagus-bagus.”

”Iya juga sih,” sahut Miss Kutubuku, sambil senyum sendiri, mengingat dia juga pernah punya keinginan serupa.

“kalo lo mau, gw punya tuh, alamat kursusnya.””O,ya? Gw minta dong.”“Besok ya, di email gw soalnya.” 

Tapi besoknya, Miss Kutubuku lupa, juga besoknya, juga besoknya, ampe kemudian, “Miss Kutubukuuuuuu!!! mana alamat kursusnya?” Teriak Miss Gembul di YM. 

Haaaa??? Lupa, gw, keluh Miss Kutubuku dalam hati. Mana lagi sibuk begini, lagi.  

”Bentar yaaaa, after office hour yaaa,” balasnya.  

Kayaknya serius nih, Miss Gembul mo kursus, pikirnya, ampe nagih-nagih begini. tapi belum tentu juga, bantah suara hatinya yang lain. Lo juga dulu gitu kan? Udah ngomong ke temen yang jago foto untuk minta diajarin, tapi gak pernah nge-set waktu untuk belajarnya. Udah nanya-nanya alamat kursus segala, tapi gak pergi mendaftar juga. Sampai akhirnya keinginan lo itu mulai terkikis tak berjejak. Dan kayaknya bukan cuma satu keinginan lo yang nasibnya kayak gini. Banyak lagi keinginan lo yang lain, yang cuma diucapkan dalam hati, tapi gak direncanakan how to achieve it. Padahal kata orang bijak, gagal merencanakan, sama dengan merencanakan untuk gagal. Udah terbukti deeeeeh.  

Miss Kutubuku nyengir aja, ngedengerin suara hatinya ngomel. 

Sambil mengirim alamat kursus fotografi sore itu, after office hour, Miss Kutubuku berharap Miss Gembul sungguh-sungguh dengan keinginannya ini, tidak seperti dirinya, sekedar keinginan di awang-awang. Kan lumayan, gw bisa jadi modelnya, pikirnya PD, hehehehe. 

8 Nov 06

February 23, 2006

Kos G Permai

Filed under: Kos G Permai — intankd @ 11:56 am

Ini adalah Kisah Seputar Kos G Permai. Tepatnya, kisah para lajang yang tinggal satu atap di sebuah rumah kos milik Nyonya G***** dengan plang Salon  didepannya. Salon itu nyaris tak pernah lagi dikunjungi oleh para pelanggannya, namun gadis-gadis cantik dengan berbagai gaya dan karakter tak henti-hentinya keluar masuk rumah itu, bukan untuk minta didandani, tapi karena mereka memang kos disitu, hehehe. 

Ini adalah kisah dari sebagian para lajang itu. Beberapa perempuan dengan karakter yang berbeda-beda tapi tetap satu jua (nasionalis booo!). Kisah yang dialami bersama dalam tiga tahun yang semarak, atau kisah pribadi dalam rutinitas keseharian yang seru banget untuk dibagi.  Tapi sebelum itu, marilah kita berkenalan dulu dengan mereka. Kita mulai dari Miss Linglung ya. Nona satu ini benar-benar pelupa yang nyaris pikun dan polos, dan kadang gak nyambung kalau diajak bercanda. Tapi jangan salah, dia cerdas banget kalau udah ngomongin pekerjaannya. Dan hatinya itu, duh, mudah sekali tersentuh, mudah iba, murah hati, sensitif. Pokoknya dia itu gabungan anak pramuka (baik hati dan tidak sombong) dengan  tokoh si tudung merah deh (polos hati). 

Berikutnya, Miss Gembul. Paling doyan makan, selalu yang punya inisiatif untuk ngajak teman-temannya dinner bareng, yang paling semangat maksa-in teman-temannya yang susah makan untuk menghabiskan makanan mereka, baik dengan memaparkan data kemiskinan di dunia ini, maupun mengingatkan berat badan mereka yang dibawah standart. Herannya, Miss Gembul ini tetap aja langsing singset. Makanannya seolah-olah menguap tak mau tinggal. Yah, jelas aja, dia rajin banget olahraga dan menari. salut deh. Selain itu, dia termasuk pecinta buku (walau tak separah Si Kutu Buku), serius, gak banyak omong, smart (terutama dalam mengelola keuangannya), cuek, berpikir praktis, pekerja keras, dan ini nih, jutex banget kalau hatinya tak senang (walau tak separah Miss Jutex). Untungnya jarang tuh, kejadian, hehehe. 

Sekarang kita kenalan dengan Miss Nyonya. Lajang satu ini yang paling tidak sensitif, keras kepala, mau menang sendiri, cuek berat, seddikit manja. Tapi jangan lupa, dia juga sangat ramah, sehingga mudah akrab dengan orang baru. Juga selalu dapat menyegarkan suasana dengan selera humornya. Satu lagi, sifatnya yang blak-blak-an memudahkan kita untuk berkomunikasi dengannya. Dan yang paling penting, sayang banget sama keluarganya, juga care dan pengertian sama teman-teman dan orang-orang dekatnya. 

Kalau yang berikut ini, juara suara paling kenceng se-kos, tak heran kalau namanya Miss Berisik. Kadang kita bertanya, apa dia tidak mengenal yang namanya bisik-bisik? Tapi kalau gak ada dia, kos rasanya jadi sepiiiii. Apalagi dia selalu meramaikan ruang tengah dengan pameran baju-baju seksi dan sepatu-sepatu baru yang dia beli setiap kali ada sale. Ratu sale, deh. Jangan berharap banyak kalau janjian ma dia, suka telat, kecuali kalau itu janji tuk shopping. paling jago basa basi, cuek abis, tapi rajin dan smart banget. Bayangin aja, hanya dengan kerja di kantor aja, dia udah sering pulang malam untuk ngelembur. Eh, sekarang dia nekad kuliah lagi.. duh, benar-benar hiperaktif alias semangat tinggi deh. 

Yang satu ini, juga dipercaya sebagai lajang yang smart (gak peduli kepercayaan itu benar atau salah). Semua buku pengen dibacanya, namanya aja Miss KutuBuku. Kamarnya penuh dengan buku-buku yang berserakan di rak, lemari, container, lantai, tempat tidur. Malas ngeberesin, katanya, soalnya bukunya masih akan dibaca lagi. Yah, paling tidak, teman-teman tahu kemana kalau mau minjam atau nyari referensi, ke kamar dia aja! Tapi ya ampuuun, paling malas bangun pagi, selalu yang paling kesiangan kalau week end, dan tanpa rasa berdosa mengucapkan selamat pagi ketika matahari udah tinggi. Dan jangan coba-coba ajak dia makan ke restoran Eropa, kalau tidak mau melihat wajah menderitanya memaksa diri menelan makanan. Katanya, dia cuma butuh nasi putih dan sambalado saja, hehehe.  J angan kaget kalau lihat wajah Nona satu ini ya, jutex abis! But don’t get her wrong. Miss Jutex sebenarnya baik hati, dan pemurah. Apalagi pada sesama pecinta film Korea, hehehe. Sekarang dia sedang berusaha untuk mengurangi kejutex-annya, terutama kepada para makanan yang terhidang di meja. Suka illfeel deh, kalao liat cara dia makan yang tak ada semangat. Narik napas berat ngeliatnya. Satu lagi, nih nona kadang kebanyakan rencana, tapi cuma semangat diawal aja, tenaga kurang, hihihi. 

Okeh lah. Kita udah kenalan dengan para lajang yang bakalan sering muncul di sini. Yuk, kita lanjutkan membaca kisah-kisah mereka yang asyik punyaJ

Blog at WordPress.com.